• Random Post

  • Mungkin karena sudah mulai tua jadi pikiranku arahnya ke nikah aja. Tapi nikah halal kok, ngapain malu. Hehehehe. Jadi pernah aku mikir gimana ya kira-kira percakapan Calon Menantu sama Calon Mertua ketika anaknya di lamar. Ini sekedar imajinasi aja, jadi mesti rada lebay. Apapun itu, silahkan di nikmati.

    Caman = Calon Menantu
    Camer = Calon Mertua

    Suatu ketika datanglah seorang pemuda yang terlihat biasa saja mendatangi sebuah rumah yang cukup bagus di sebuah komplek. Ternyata pemuda tersebut berniat melamar anak perempuan dari sang pemilik rumah..

    Caman : "Maaf mengganggu, kedatangan saya kemari adalah ntuk melamar putri bapak"

    Camer :  (kaget) "Oh, benarkah lalu apa yang kami miliki untuk membahagiakan kehidupan anak saya"

    Caman : "Saya hanya punya cinta untuk anak bapak, saya kira itu lebih dari cukup untuk mebuat dia bahagia"

    Camer : "Pantas kamu terlihat biasa, kamu orang yang tak punya apa-apa. Bagaimana kamu memberi makan dia, dengan cinta juga?"

    Caman : "Tentu pak, saya akan memberi makan dia dengan penuh cinta. Saya berjanji akan memperlakukannya dengan baik karena dia sangat berharga bagi saya."

    Camer : "Kamu mau membeli makanan pakai apa? Cinta tidak mampu membelinya. Apa kamu tidak berfikir tentang biaya hidupnya, dimana kalian tinggal atau kalau kalian sudah memiliki anak bagaimana mereka sekolah?"

    Caman : "Cinta itu anugrah pak, cinta itu lebih mahal dari apapun di dunia ini. Kalau bapak menganggap cinta tidak mampu memberikan itu semua maka bapak salah. Cinta meski di tukarkan dengan seluruh yang ada di dunia ini tetap bersisa pak, cinta hanya pantas di tukar dengan surga"

    Camer : "Kamu orang gak waras, mana mungkin aku mau melepaskan anakku untuk tinggal dengan orang seperti kamu"

    Caman : (senyum) "Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu pak"

    ..sang pemuda pargi meninggalkan rumah orang tua kekasihnya dengan oleh-oleh penolakan dari orang tua kekasihnya. Seminggu berselang setelah sang pemuda melamar, sang bapak mendapatkan tawaran dari kenalannya yang cukup kaya untuk menjodohkan anak sang bapak dengan rekan bisnis teman si bapak ini. Tak di sangka ternyata yang akan di jodohkan dengan anak si bapak itu adalah pemuda yang kemarin..

    Camer : "Bukankah kamu pemuda yang seminggu lalu datang ke rumah saya?"

    Caman : "Benar pak"

    Camer : "Mengapa kamu terlihat berbeda sekali, aku tidak menyangka kamu orang kaya"

    Caman : "Saya memang bukan orang kaya pak, apa yang bapak lihat ini haya barang yang sementara. Seperti baju saya ini, ketika di bakar dia akan hancur. Uang yang saya miliki juga sama, ketika inflasi besar-besaran melanda uang saya akan tak bernilai. Rumah, mobil dan harta lain yang saya miliki takkan bisa saya bawa sampai mati. Oleh karena itu saya tidak berniat mempersembahkan ini semua kepada anda dan keluarga. Saya membawa sesuatu yang lebih kekal dan berharga, itulah yang saya katakan cinta."

    Camer : (kaget) "Saya tidak menyangka hal ini sebelumnya"

    Caman : "Lagipula, apa yang saya miliki adalah karena cinta saya terhadap putri bapak. Saya sudah mengenalnya cukup lama, dulu saya tidak memiliki semua harta ini. Karena cintalah saya mengusahakan semua ini. Jadi bagaimana mengenai lamaran saya pak?"

    Camer : "Baiklah, kamu saya terima. Maaf telah meragukan dirimu"

    ..akhirnya sang pemuda berhasil menikah dan hidup bahagia selamanya.

    Oke selesai sudah ceritanya, moga gak jadi kaya sinetron ya. Parah kalau gitu. Have a nice day.
    Diberdayakan oleh Blogger.
    rss
    rss


    Copyright © 2010 Neogatotkaca All rights reserved.Powered by Blogger.